• Jelajahi

    Copyright © MATA MEDIA ONLINE
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DPP

    Ads

    Wartawan Disuruh Polisi Nangkap Dipenjara dan Dpo, Keluarga Kembali Surati Presiden Prabowo, Ketua DPR RI, Wakil Ketua DPR RI dan Ketua Komisi III DPR RI

    Kamis, 14 Mei 2026, 01:36 WIB Last Updated 2026-05-14T08:51:19Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
     




    Medan_(MMO)Nasional
    Tangis keluarga wartawan korban pencurian yang jadi tersangka, masuk penjara dan dpo karena disuruh polisi polsek pancur batu untuk menangkap maling di toko mereka sendiri kembali pecah. Setelah mengalami penderitaan panjang karena anggota keluarganya justru dijadikan tersangka, dipenjara hingga masuk daftar pencarian orang (DPO) usai menangkap maling, keluarga kembali menyurati Presiden RI Prabowo Subianto, Ketua DPR RI, Wakil Ketua DPR RI, Komisi III DPR RI dan Kapolri, pada Kamis (14/05/2026).
    Dalam surat tersebut, keluarga meminta agar Bapak Presiden Prabowo dan DPR RI memberikan mereka keadilan dan agar kasus yang mereka alami dapat dibahas dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI karena dinilai penuh kejanggalan dan sangat melukai rasa keadilan.

    Bagi keluarga, surat itu adalah harapan terakhir setelah berbulan-bulan hidup dalam tekanan, rasa takut, dan kesedihan yang tidak pernah berhenti.



    “Kami hanya rakyat kecil. Kami korban pencurian, kami membuat laporan resmi ke polsek pancur batu dan kami disuruh sendiri menangkap pencuri dan saat itu polisi juga ikut ke lokasi mendampingi kami, tapi kenapa keluarga kami yang dipenjara dan diburu seperti  teroris ?,” ujar pihak keluarga sambil menahan tangis.

    Keluarga menjelaskan, kasus bermula ketika mereka menangkap pelaku pencurian yang disebut sudah sangat meresahkan. Maling tersebut diduga merupakan spesialis maling toko ponsel antar provinsi dan antar pulau. Mereka bermodus melamar pekerjaan di toko yang mereka targetkan. Namun keadaan justru berbalik. Korban yang seharusnya mendapat perlindungan hukum malah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Medan.

    Sejak saat itu, kehidupan keluarga berubah total. Rumah yang dulunya menjadi tempat berkumpul penuh canda kini berubah menjadi tempat penuh tangisan. Apakah saat ini maling lebih dilindungi daripada korbannya ?
    Seorang ibu disebut terus menangis setiap malam memikirkan anaknya yang harus menjalani proses hukum dan hidup dalam bayang-bayang status DPO. Bahkan keluarga mengaku mengalami tekanan mental, kehilangan penghasilan, hingga dihujat oleh sebagian orang yang tidak memahami kejadian sebenarnya.

    “Kami hancur. Anak kami bukan penjahat. Dia hanya ingin menjaga toko usaha keluarga kami dan menangkap maling yang menggasak semua isi brangkas. Tapi sekarang hidup kami seperti dihukum,” kata keluarga dengan suara bergetar.

    Selain menyurati Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI keluarga juga kembali mengirim surat kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, termasuk Kapolri serta sejumlah institusi lainnya agar kasus tersebut mendapat perhatian serius.

    Mereka berharap ada evaluasi terhadap proses penanganan perkara yang dinilai tidak berpihak kepada korban.

    Menurut keluarga, penderitaan yang mereka alami tidak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata. Selain harus menghadapi proses hukum, mereka juga harus menanggung rasa malu, tekanan sosial, dan ketakutan setiap hari.

    “Kami hanya meminta keadilan. Jangan biarkan rakyat kecil yang menjadi korban malah dihancurkan hidupnya,” ujar keluarga.

    Kasus tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial karena dianggap mencerminkan ketidakadilan hukum. Banyak masyarakat mempertanyakan bagaimana korban pencurian yang menangkap pelaku justru berakhir menjadi tersangka.
    Kini, di tengah air mata dan rasa putus asa, keluarga hanya berharap Presiden Prabowo Subianto, DPR RI dan pihak terkait mau mendengar jeritan hati mereka.

    “Kalau korban saja bisa dipenjara karena menangkap maling, lalu ke mana lagi rakyat kecil harus mencari keadilan?” tutup keluarga dengan mata berkaca-kaca._(RED/LM)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +