MEDAN— (MMO)Nasional       Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) mulai berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar. Pemerintah mengambil langkah antisipasi dengan  pembelajaran tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk melindungi kesehatan peserta didik dari paparan asap.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meminta sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah menyusul memburuknya kondisi kualitas udara di sejumlah daerah.

Melalui kebijakan tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, tetapi siswa tidak harus datang ke sekolah selama masa penerapan PJJ.

Gubsu Minta Sekolah Prioritaskan Kesehatan Siswa

Bobby Nasution menyampaikan bahwa sekolah pada jenjang SMA, SMK, dan SLB sederajat di Sumatera Utara diminta melaksanakan PJJ mulai Jumat, 16 Oktober 2026, hingga Rabu, 21 Oktober 2026, sesuai surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Gubernur juga meminta para bupati dan wali kota mengambil langkah sesuai kondisi wilayah masing-masing, termasuk mempertimbangkan penerapan PJJ bagi siswa pada jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP.



Pemerintah menegaskan bahwa PJJ bukan berarti siswa diliburkan. Kegiatan pendidikan tetap berjalan melalui pembelajaran dari rumah.

Madina Lebih Dahulu Terapkan Pembelajaran dari Rumah

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah memberlakukan PJJ bagi siswa PAUD, SD, dan SMP sederajat pada 15–17 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut diterbitkan melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mandailing Natal Nomor 420/3200/DISDIKBUD/2026 tertanggal 14 Oktober 2026.

Langkah itu diambil setelah kondisi kabut asap menimbulkan keluhan masyarakat, mulai dari mata perih hingga gangguan pernapasan.

Dalam pelaksanaannya, sekolah diminta memanfaatkan sarana pembelajaran yang tersedia, seperti grup WhatsApp, Google Classroom, video pembelajaran, serta media digital lainnya.

Metode pembelajaran juga harus menyesuaikan kemampuan akses internet dan fasilitas yang dimiliki siswa maupun orang tua.

Kualitas Udara Memburuk, Jarak Pandang Menurun

Berdasarkan informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan yang dikutip dalam pemberitaan pada 15 Oktober 2026, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

Jarak pandang di sejumlah lokasi pengamatan juga mengalami penurunan akibat sebaran asap. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan partikel halus dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Jika terpaksa beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.

Orang Tua Diminta Mengawasi Anak Selama PJJ

Selama pembelajaran berlangsung dari rumah, orang tua atau wali murid diharapkan membantu memastikan anak tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal yang ditetapkan sekolah.

Guru juga diminta memberikan materi dan tugas secara proporsional agar siswa tetap memperoleh pendidikan tanpa terbebani secara berlebihan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau kualitas udara serta perkembangan kondisi kesehatan masyarakat untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kebijakan PJJ akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi dan keputusan instansi berwenang. Masyarakat diharapkan mengikuti pengumuman resmi masing-masing pemerintah daerah dan sekolah mengenai pembelajaran berikut nya_(RED/LM)