• Jelajahi

    Copyright © MATA MEDIA ONLINE
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DPP

    Ads

    Tawaran Zulkifli Sitorus Ditolak Serempak Jamaah Haji, Jawaban Itu Justru Membuatnya Tersenyum Puas*

    Kamis, 18 Juni 2026, 03:57 WIB Last Updated 2026-06-18T10:57:46Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Catatan Ir Zulfikar Tanjung

    Medan_(MMO)Nasional
     Penolakan lazimnya menjadi isyarat kegagalan. Namun tidak bagi Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A.

     Baginya, jawaban "tidak" yang bergema dari ratusan jamaah haji setiap kali tiba di Asrama Haji Medan justru menjadi ukuran paling jujur bahwa pelayanan yang dibangun telah berjalan sesuai harapan jamaah.

    Pemandangan itu terus berulang dalam setiap prosesi penerimaan jamaah haji Debarkasi Medan.

    Usai mengucapkan selamat datang dan menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah dari Tanah Suci, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara itu selalu melontarkan satu pertanyaan yang sama.
    "Bapak dan Ibu, apakah masih bersedia menginap satu malam lagi di Asrama Haji Medan?"

    Belum selesai kalimat itu menggema, ratusan jamaah hampir serempak menjawab lantang.

    "Tidak...!"

    Suara itu memenuhi Aula Madinatul Hujjaj, disambut gelak tawa, tepuk tangan, dan wajah-wajah penuh kebahagiaan.

    Menariknya, Zulkifli tidak berhenti pada satu pertanyaan. Ia kerap mengulanginya sekali lagi, seolah ingin memastikan jawabannya.

    Namun respons jamaah tetap sama.

    "Tidak...!"

    Dan setiap kali jawaban itu terdengar, Zulkifli Sitorus justru tersenyum lebar.

    Bukan karena tawarannya ditolak.

    Melainkan karena itulah jawaban yang sejak awal ingin ia dengar.

    Adegan yang sama terus berulang dari satu kloter ke kloter berikutnya. Pertanyaan itu disampaikan berkali-kali di hadapan para tamu kehormatan yang datang menyambut kepulangan jamaah haji. 

    Di antaranya saat mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara H. Sulaiman Harahap, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, serta sejumlah bupati dan wali kota lainnya yang hadir secara bergilir sesuai asal jamaah pada masing-masing kloter.
    Di hadapan para kepala daerah itu pula, jawaban jamaah selalu sama: mereka ingin segera pulang.

    *(Inovaai Anti Letih)*

    Bagi sebagian orang, keinginan jamaah untuk segera meninggalkan Asrama Haji mungkin terdengar biasa.

    Namun bagi Zulkifli Sitorus, jawaban itu adalah buah dari sebuah perubahan cara pandang dalam pelayanan haji.

    Selama bertahun-tahun, kepulangan jamaah dianggap oleh sebahagian pihak merupakan proses yang panjang dan melelahkan. 

    Setelah menempuh perjalanan belasan jam dari Arab Saudi, jamaah masih harus menjalani berbagai tahapan administrasi, menunggu bagasi, mengambil air zamzam, hingga baru diperbolehkan kembali ke daerah asal.

    Kondisi itu membuat waktu tunggu di Asrama Haji berlangsung relatif lama.

    Kini pola tersebut perlahan berubah.

    Melalui inovasi "Anti Letih Jamaah Haji", PPIH Debarkasi Medan melakukan pembenahan menyeluruh pada proses layanan.

     Koper jamaah sudah lebih dahulu ditata sesuai daerah tujuan. Air zamzam lima liter telah diletakkan di depan kursi masing-masing sesuai nomor manifes sebelum jamaah tiba. Proses administrasi dipersingkat, sementara alur distribusi bagasi dibuat lebih cepat dan tertib.

    Tujuannya hanya satu.

    Mengurangi kelelahan jamaah dan mempercepat mereka kembali berkumpul bersama keluarga.

    Karena itu, ketika jamaah menjawab tidak ingin menginap lagi di Asrama Haji, Zulkifli mengaku justru merasa puas.

    Baginya, kepuasan jamaah bukan diukur dari lamanya mereka menikmati fasilitas asrama, melainkan dari seberapa cepat mereka bisa kembali ke rumah dengan nyaman setelah menuntaskan ibadah haji.

    (*Jawab Aspirasi)*

    Ia bahkan kerap menyampaikan bahwa situasi tersebut berbanding terbalik dengan saat keberangkatan.

    Kalau ketika akan berangkat ke Tanah Suci jamaah begitu antusias ingin segera masuk ke Asrama Haji, maka setelah kembali dari Makkah dan Madinah, harapan terbesar mereka adalah segera keluar dari Asrama Haji untuk bertemu keluarga yang telah lama menanti.

    Dan menurutnya, itulah aspirasi yang harus dijawab oleh penyelenggara.

    Pelayanan haji, kata Zulkifli, tidak boleh berhenti pada keberhasilan memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci. Pelayanan juga harus memastikan kepulangan mereka berlangsung nyaman, cepat, dan manusiawi.

    Karena sesungguhnya, keberhasilan penyelenggaraan haji bukan hanya ketika jamaah tiba dengan selamat di Tanah Air.

    Melainkan ketika mereka dapat segera memeluk keluarga, membawa pulang kemabruran tanpa harus kembali dipertemukan dengan kelelahan yang sebenarnya masih bisa dihindari.

    Di situlah makna sesungguhnya dari jawaban "tidak" yang selalu membuat Zulkifli Sitorus tersenyum puas. Sebuah penolakan yang bukan mencerminkan kekecewaan, melainkan menjadi indikator bahwa pelayanan telah benar-benar berpihak kepada jamaah. 

    Bagi PPIH Debarkasi Medan, jawaban itu bukan sekadar respons spontan, melainkan suara hati jamaah yang menegaskan bahwa inovasi "Anti Letih Jamaah Haji" telah menjawab kebutuhan mereka: pulang lebih cepat, lebih nyaman, dan segera berkumpul kembali dengan keluarga tercinta (*penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers)_(RED/LM)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +